Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif

KERJA

Gambar
Mereka berangkat kerja. Berbekal semangat dan pengabdian seorang kawula ,  bahwa pada hari ini mereka berperan sebagai pencari rezeki. Seperti dulu ,  kemarin dan mungkin juga esok hari. Bakul dan sabit setia menemani. Dari sawah ke sawah mereka membantu memanen  padi. Untuk mendapat sebakul bawon sebagai  upah Tanpa  menelisik  ayat apakah  kewajiban mencari nafkah itu di tangan istri atau suami . Yang  penting  ada yang bisa dimakan hari ini.  Usah risau wajah tak kenal  skincare. Saatnya keriput juga keriput, justeru keriput itu pengantar usia. Tua tanpa keriput seperti pengantin tanpa domas.   Renyah tawa mereka seperti gemerisik gesekan daun daun bambu yang mereka lewati sepanjang jalan. Murni hati mereka seperti tanah yang tak pernah tersentuh oleh aspal. Sepenuh  hati meresapkan air dalam tubuhnya. Menyimpan hara bagi tanam -  tanaman. Menyumbang kesejukan uap  air bagi manusia  yang mulai gerah ...

Apa yang kita tegaskan, itu yang terjadi

 “Kau benar-benar anak yang baik, kau tahu itu, kan?” Itu yang selau dikatakan Kepala sekoah setiap kali dia berpapasan dengan Totto-chan. Dan setiap kali Kepala Sekolah mengatakannya, Totto_chan tersenyum, melompat rendah, lalu berkata,” Ya, aku memang anak yang baik.” Dan ia mempercayai kata-kata itu. Meskipun waktu itu mungkin ia belum memahami arti sebenarnya kata-kata Kepala sekolah , yang pasti Mr. Kobayashi telah menanamkan dalam-dalam rasa percaya diri dan keyakinannya bahwa ia ‘anak yang baik.’ Mr.Kobayashi terus mengulang –ulang kalimat itu , setiap kali, selama ia bersekoah di Toemoe. Mungkin kata-kata penting itulah yang telah menetukan arah seluruh hidupnya kemudian,”Totto-chan, kau benar-benar anak yang baik, kau tahu itu, kan?” (Totto-chan, hal 187, 189) Seperti yang digambarkan dengan apik dalam buku Totto –chan di atas, yang menceritakan seorang gadis kecil yang walau dianggap nakal oleh sekolahnya yang lama, toh ia bisa diterima di sekolah barunya yang dikelola ol...

Anggrekku berbunga

Gambar
Di  pagi yang berembun kutemukan anggrek yang mekar segar. Seperti bunga dari langit , pikirku . Ini karena jauh hari, jauh bulan aku tak pernah memperhatikan  anggrek yang tinggal sebatang kara tumbuh di halaman.  Setelah ditinggal sahabat - sahabatnya   kering dan mati , anggrek ini tumbuh sendirian diantara pokok kayu yang kering .   Aku telah lupa kapan terakhir kali menyiramnya. Terbawa  hari-hari yang terus berjalan  aku tak memahami,  bahwa ada sebatang anggrek yang tekun mempersiapkan dirinya. Mengumpulkan kekuatan untuk berbunga di tengah usianya yang renta. Berjuang tak kenal lelah menyemangati daun-daun untuk terus menghidupi batang . Dan malunya, aku telah menganggap ia telah berhenti berproduksi. Prasangka buruk itu  dibalasnya  dengan keindahan sempurna di pagi ini. Kupandangi dengan rasa takjub  yang dalam. Terpekur dalam kemuliaan hati si anggrek yang rela  memberikan bunga walau hidupnya tersia...

Menyamar Sebagai Peri

Dalam setiap komunitas, selalu ada saja sosok yang tak dipedulikan. Bahkan lebih parah, selalu dicela dan tak dikendaki hadirnya. Jika ia bicara maka tak ada yang mau mendengar, jika ia pergi maka tak ada yang menanyakan ia ke mana. Bahkan ketika ia membuat kesalahan kecil, orang-orang mencelanya sperti ia telah melakukan kesalahan yang sulit termaafkan. Mreka melempar sampah caci maki begitu saja tanpa rasa bersalah. Seperti sudah wajar jika sosok itu menerimanya.  Dalam film- film lantas sosok ini pergi mengucilkan diri sambil memarahi dirinya, merasa tak punya teman dan sia-sia saja hidup ini . Saat itulah ia didatangi dengan makluk luar angkasa. Dari makluk inilah ia mempunyai kekuatan dasyat yang memberinya kekuatan super. Bisa juga ia lantas ditoong superman, peri baik hati atau dukun yang sakti. Dan harga dirinya naik dengan sangat cepat. Satu contoh aksinya ia dapat mengangkat sepuluh teman-teman yang mengejeknya sekaligus, lalu membanting ke atas tanah sampai ...

Perpisahan

“Tunggu aku, Tuan ! Kumohon, berhentilah ! “ Wanita muda itu terus mengejar seorang lelaki yang melangkah jauh didepannya. Debu gurun yang mengguyur seluruh tubuh tak ia pedulikan. Keringat yang keluar dari setiap pori-porinya makin membajiri tubuh tak membuat langkahnya surut untuk mengejar lelaki tegap itu . Begitu juga lelaki yang dipanggil Tuan , tetap menapakkan kaki kokohnya dengan mantap. Janggutnya berwarna putih dengan gamis yang panjang melambai tertiup angin. Wajahnya lusuh oleh debu gurun . Meski begitu sinar matanya tetap jernih seperti oase yang selalu dirindu setiap orang. Menyadari jarak antara keduanya semakin lebar maka wanita itu sekuat tenaga mengejarnya. Suaranya serak memanggil , “ Tunggulah aku Tuan, kenapa Tuan meninggalkan kami di tempat ini ?”   Lelaki itu berhenti dan menoleh. Betapa girang hati wanita di belakngnya ,ia percepat langkahnya agar bisa mendekati Tuan yang dikejarnya. “Apa benar Tuan tega meninggalkan putra Tuan dan aku...