Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tantangan menulis 70 hari

CARA HIDUP MINIMALIS

  Masih ingatkah Anda tentang sebuah metode KonMari yang diperkenalkan Mario Kondo dari Jepang beberapa tahun yang lalu? Ia memperkenalkan suatu cara untuk mengurangi dan menata barang-barang yang ada di rumah agar rapi. Lalu di Indonesia sendiri ada komunitas serupa yang dinamakan gerakan Gemar Rapi. Konsepnya hampir sama, membenahi barang-barang, merapikan dan membuang yang tak berguna. Bedanya komunitas Gemar   Rapi   menyesuaikan metode ini sesuai dengan budaya asli Indonesia. Warga Indonesia yang punya latar belakang bekas bangsa jajahan mempunyai kemelekatan terhadap barang-barang yang    begitu kuat. Ibarat orang susah, ketika mendapatkan kesempatan untuk mengumpulkan barang yang meluber di pasaran mereka berlomba-lomba hingga menumpuk di rumah. Apalagi saat ada produk murah dari China mereka dengan mudah memborong barang-barang itu.   Apa dampaknya bila kita mengumpulkan barang-barang terlalu banyak? Sepatu berpuluh pasang, baju di lemari menump...

MENGHADIAHI DIRI, JAGA KESEHATAN

    Menghadiahi orang lain   mungkin sudah sering kita lakukan, tetapi menghadiahi diri sendiri malah jarang . Kapan terakhir kali   menghadiahi diri   sendiri ? Sebagian orang    melakukan me time untuk menghadiahi diri, misal dengan pergi ke salon, ke rumah rumah perawatan   atau mengajaknya refreshing ke tempat yang indah.   Saya sependapat , tubuh perlu kita perhatikan juga seperti halnya kita memperhatikan pekerjaan sehari-hari. Dalam tulisan ini ada cara menghadiahi diri sendiri terkait dengan kesehatan tubuh bukan hanya saat kita baru saja berhasil melakukan tugas-tugas besar tetapi menghadiahi diri setiap saat secara rutin.   Ada tiga hal yang dalam hidup kita sangat penting yaitu kesehatan, keluarga dan pekerjaan. Kesehatan yang sangat kita perlukan untuk mendukung pekerjaan dan menjaga keharmonisan dalam keluarga, kita sangat tahu   itu. Seringkali kita merasa bahwa kita punya peru begitu kita sakit perut. Merasa bahw...

JANGAN JADI TOKSIK

      Sesuai namanya toksik yang berarti racun, orang ini   datang menebar racun bagi orang-orang di sekitarnya. Jika ia   berkata menyakiti teman-temanya, jika ia berargumen suka mematahkan lawan dengan kasar, jika ia diam wajahnya masam tak enak dipandang. Jika ia tak datang   orang-orang merasa aman. Adakah orang seperti itu di lingkungan Anda? Mungkin ada tetapi kadarnya tak separah yang saya tulis di atas. Mungkin   ia hanya kadang-kadang saja menjengkelkan, selebihnya ia teman yang   siap diajak bekerjasama.   Mungkin ia hanya kadang-kafang saja menyakiti   selebihnya ia dalah teman   yang setia. Kalau begitu asumsi kita tentang kata ”toksik” berarti setiap orang punya potensi untuk menjadi toksik.   Kita sepakati dulu dari kacamata yang mana kita memandang si toksik. Toksik atau tidaknya tergantung siapa yang bilang. Tukang tunda pekerjaan akan bilang si rajin dengan toksik karena menganggu kesenagan untuk  ...

NIKMATI HOBI

  Dalam hidup ini ada hal yang mau tak mau harus kita jalani; mencari uang, mengurus   keluarga, bersosialisasai dengan masyakat beserta adat-adatnya dan merawat kesehatan diri sendiri.   Apakah Anda ada kerinduan untuk keluar dari semua itu, ingin mencari sesuatu   kegiatan yang membuat hasrat menyala? Yang tak mengganggu pekerjaan rutin kita, yang kalau berhasil merampungkannya terbit bahagia dalam hati? Yang kalau kita tak melakukan itu timbul rasa kangen yang begitu besar? Itulah kesukaan atau hobi. Temukan hobi Anda. Saya menemukan hobi   membaca dan menulis. Ketika satu tulisan telah saya selesai maka terbit bahagia   dalam dada. Saya juga hobi memelihara tanaman, melihat tanaman yang menghijau dan bunga-bunga yang bermekaran maka bermekaranlah hati saya. Membaca membuat saya melanglang ke alam yang menantang, kadang juga mengharukan, lain waktu menegangkan,    tanpa beranjak dari kursi. Ketika tak semua pengalaman   harus kita ...

SETIAP GENERASI PUNYA CARA

  Salsabila, gadis manis itu sibuk menatap layar gawai, sementara di depannya terpampang layar laptop yang menyala. Tangan kanannya sibuk memencet mouse dan tangan kirinya mengusap-usap layar hp. Di sebelah kiri laptop terhidang    kue keringdalam sebuah toples, acapkali tangannya meraih mulut toples  yang  kini tinggal separo. Sejurus kemudian gawai diletakkan lalu  tangannya fokus ke lapotop. Terdengar adiiknya dari ruang sebelah, “ Kak chargerku di mana?” “Di meja belajarku, laci paling atas ,” jawab Salsa, pandangannya  tak lepas dari layar.     Menakjubkan, generasi masa kini begitu cetakan dalam bekerja. Ia menjadi manusia multitasking yang bisa mengerjakan berbagai macam aktivitas dalam satu waktu. Saya termasuk generasi yang lahir tahun 70an, barangkali Anda seumuran dengan saya teruskanlah menyimak tulisan ini. Setiap genersai punya keistimewaan. Ada yang begitu cekatan seperti Salasabila ada juga yang relative hati-hati sepert...

BEKERJALAH DENGAN SEPENUH HATI

  Hidup akan terasa indah dan bermakna   jika kita dapat menghasilkan karya. Seorang ibu yang berhasil memasak enak hingga anaknya merindukan masakannya ia akan merasakan makna dalam hidupnya. Seorang penulis yang baru saja selesai menerbitkan sebuah   buku akan berpendarlah rasa bahagia dalam hatinya. Seorang petani yang melihat padi menguning dalam hatinya berbuncah rasa syukur. Hasil dari suatu usaha selalu menimbulkan rasa bermakna. Karena itu memasak yang menghasilkan hidangan menjadi sangat menyenangkan bagi seorang koki, menulis menjadi kegiatan penuh makna bagi seorang penulis dan tentu saja mengajar menjadi hal yang menggairahkan   bagi seorang guru.     Jika ada guru yang kurang bergairah dalam mengajar kemungkinan besar ia belum klik dengan profesinya. Kita maklum banyak guru di negeri kita ini yang berasal dari lemparan nasib, misal inginnya   menjadi manajer tetapi karena tidak kesampaian maka ia menjadi guru. Ada yang   bercit...

HAL – HAL YANG TAK TERKENDALI

  Pagi datang, Pak Edi menata tas kerjanya. Ia masukkan buku   rencana pembelajaran hari ini . Usai berbenah ia mengeluarkan sepeda motor dari garasi, tak disangka bannya bocor. Betapa sebal hatinya. Ia memanggil anaknya   sulungnya   yang kemarin sore membawa sepada motor itu.  “ Kemana saja kamu kemarin sampai tak tahu kalau bannya bocor seperti. Kalau mau pakai itu dikontrol dulu, jangan dibiarkan lapar . Ini akibatnya !”  Sang anak hanya menanggapi dengan wajah datar. “ Mana tahu akan bocor begitu, pagi-pagi dah marah-marah “ runtuknya dalam hati.  Selanjutnya tampak wajah masam keduanya. Sang bapak  membawa sepeda itu ke ujung gang mangkal tambal ban sedangkan  si anak yang terlanjur dimarahi menghilang begitu saja ke sekolah tanpa pamit. Jadilah Pak Edi  sendiri yang menuntun sepeda ke tambal ban , lalu dijemput istrinya yang sudah siap mengantar si bungsu sekolah dengan sepeda rumah.    Maka rute pagi ia jalani, ke tamba...

HARGA DIRI

  Saya membaca semangat Ki Hajar Dewantara dalam membentuk pendidikan di Taman Siswa. Salah satu sebab timbulnya semangat itu demi memperjuangkang harga diri bangsa Indonesia. Pada saat itu dalam rangka   politik etis, Belanda memberikan “balas budi” berupa pendidikan pada putra putri Indonesia. Mereka diberikan kesempatan untuk bersekolah di sekolah yang didirikan Belanda, dengan sebutan kaum Inlander. Anak–anak Inlander dididik berdasarkan kepentingan Belanda. Mereka dipersiapkan agar bisa menjadi “pembantu” Belanda yang taat dan tak   banyak membantah. Inilah pendidikan yang mengekang kebebasan, beraromakan penjajahan. Lambat laut   rasa cinta tanah air kian surut. Bahkan ada yang sudah   lenyap berganti dengan ketaatan pada bangsa   penjajah.   Melihat semua itu Ki Hajar merasa sedih. Ia berniat mengembalikan para Inlander kepada pendidikan yang memberikan harga diri dan   kemerdekaan. Merdeka bercita-cita, merdeka dalam menempuh pendidika...

RELAKSASI

    Jam terakhir memang menguras tenaga.   Cuaca cukup panas di dalam kelas. Para siswa berisik karena mungkin sudah bosan mengikuti pelajaran dari pagi. Ditambah beberapa siswa istimewa berlarian ke sana kemari membuat semakin gaduh suasana. Begitu saya masuk suasana sedikit reda. Namun selang beberapa menit saat saya memulai pembahasan materi anak-anak sebagian sudah mulai menguap. Yang tadi berisik kembali mulai lagi.   Kira-kira apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi pembelajarn yang kurang kondusif seperti yang saya alami ?   Bagaimana kalau kita mengajak mereka untuk melakukan relaksasi ? Ya, relaksasi mungkin   adalah pelajaran baru bagi dunia pendidikan formal di Indonesia. Saya menemukan pembelajaran relaksasi   pada Buku Panduan Guru tentang Pembelajaran Kecakapan Hidup untuk para siswa SMP dan SMA . Buku ini   dalah hasil kerjasama antara   UNICEF Indonesia  dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, diterbi...

TERAPKAN ILMU

    Ngelmu iku Kalakone kanthi laku Lekase lawan kas Tegese kan nyantosani Setya budya pangekese dur angkara ( Serat Wedhatama).   ( Ilmu itu diraih dengan cara menghayati dalam setiap perbuatan, dimulai dengan kemauan, artinya kemauan membangun kesejahteraan masyarakat, kesadaran diri dengan menaklukan semua bentuk keangkaramurkaan).     Banyak sekali nilai- nilai dari kebudayaan Jawa yang dapat kita jadikan pedoman untuk memperkaya batin kita. Salah satu nilai luhur adalah isi dari Serat Wedahatama yang dikarang oleh KGPH Mangkunegara IV   yang saya kutip di atas. Wedhatama sendiri berasal dari kata Wedha yang artinya kitab dan Tama yang artinya utama. Jadi kitab Wedhatama berisi pengetahuan yang utama.   Mari kita kupas serat ini melalui  pandangan seorang guru.   Ilmu itu didapat dengan cara belajar secara bertahap. Dalam   belajar begitu banyak yang harus kita berikan ; waktu, tenaga, biaya dan juga p...