Postingan

SEMUA TEMANKU HEBAT

Gambar
       Hotel rawa pening yang dingin tiba-tiba terasa hangat kala api unggun mulai menyala malam itu. Dikitari oleh tiga puluh alumni MA Al Muayyad tahu 91 yang diprakarsai tim Kupang 91. Halaman yang biasanya hanya berisi gilasan roda roda mobil penyewa vila kini terasa tenang dengan lantunan tahlil, muqodaman dan doa –doa panjang yang dipanjatkan oleh Kya Ali Subhan. Ada doa yang menggelitik, “ Semoga yang   menduda segera mendapatkan gadis dan yang menjanda segera mendapatkan perjaka.”Tentu saja doa itu adalah doa kelakar yang dilontarkan begitu saja untuk menghangatkan silaturahmi antar alumni yang sudah tak bersua cukup lama.     Aku duduk diantara teman-teman  menikmati pertemuan yang indah ini sambil mengikuti acara yang digelar.  Dulu di Aliyah aku adalah siswa yang tak tekenal, pendiam dan  hanya teman sekelas saja yang mengenalku itupun terbatas teman-teman perempuan dan teman sekamar tentu saja, kamar 9-10 mungkin. Ada k...

MENYUSURI KAMAR 9-10

  Dalam kenangan, kumasuki kamar 9-10 yang berada di tengah-tengah lantai dua gedung pesantren putri Al Muayyad ini. Kala itu tahun 1990. Sebenarnya kamar kami, 9-10 adalah dua kamar yang dijadikan satu, maka namanya kamar 9 – 10, artinya penghuni kamar 9 dan kamar 10 yang disatukan dalam sebuah kamar yang ukurannya dua kali lipat dibandingkan dengan kamar –kamar yang lain. Menurutku kamar kami sebenarnya bukanlah kamar yang sebenarnya, tetapi lebih mirip sebuah persegi panjang yang terbentuk dari lemari-lemari yang berjajar sebagai dinding atau pagar. Di luar pagar itu ada akses gang kecil yang digunakan untuk lalu lalang para santri dari kamar-kamar lain.   Untuk memasuki kamar 9-10 ada satu pintu yang tersedia, berada di tengah-tengah di sisi selatan. Di situlah lemariku berada, tepatnya di sebelah timur pintu gerbang. Untuk mengingat   nama-nama dan wajah teman-teman kamar itu haruslah mengingat di mana letak lemarinya, begitu memori otakku bekerja. Ya, wajar, sud...

GURU MINIMALIS

  Masih ingatkah Anda tentang sebuah metode KonMari yang diperkenalkan Mario Kondo dari Jepang beberapa tahun yang lalu? Ia memperkenalkan suatu cara untuk mengurangi dan menata barang-barang yang ada di rumah agar rapi. Lalu di Indonesia sendiri ada komunitas serupa yang dinamakan gerakan Gemar Rapi. Konsepnya hampir sama, membenahi barang-barang, merapikan dan membuang yang tak berguna. Bedanya komunitas Gemar   Rapi   menyesuaikan metode ini sesuai dengan budaya asli Indonesia. Warga Indonesia yang punya latar belakang bekas bangsa jajahan mempunyai kemelekatan terhadap barang-barang yang    begitu kuat. Ibarat orang susah, ketika mendapatkan kesempatan untuk mengumpulkan barang yang meluber di pasaran mereka berlomba-lomba hingga menumpuk di rumah. Apalagi saat ada produk murah dari China mereka dengan mudah memborong barang-barang itu.   Apa dampaknya bila kita mengumpulkan barang-barang terlalu banyak? Sepatu berpuluh pasang, baju di lemari menump...

HEALING YUUK !

    Bagaimana pikiran kita bisa menerima ilham yang begitu banyak ? Laksana air di telaga begitu pikiran kita. Telaga yang jernih dapat mematulkan keindahan yang sempurna semua yang berada di atas dan didalamnya :   bayangan   matahari berpendar kuning menyala,   pohon-pohon berjajar rapi di tepinya, ikan-ikan   hilir mudik berenang di dalamnya, pun kala kita menjadikan cermin ia pasti memantulkan bayangan kita dengan sempurna.   Laksana air telaga yang keruh, bayanganpun tampak bergolak tak beraturan, susah membedakan mana pepohonan dan mana matahari. Bahkan kalau kita berusaha bercermin di atasnya tak akan nampak wajah dengan sempurna, melainkan carut marut bayangan.   Rupa cantik atau tampanpun tampak   seram karena pantulan bayangan yang berantakan.   Begitulah, pikiran yang jernih, hati yang tenang dapat menangkap ilham yang turun dari langit, mengakses ide-ide yang beterbangan di udara, bahkan dari peristiwa yang kita l...

CARA HIDUP MINIMALIS

  Masih ingatkah Anda tentang sebuah metode KonMari yang diperkenalkan Mario Kondo dari Jepang beberapa tahun yang lalu? Ia memperkenalkan suatu cara untuk mengurangi dan menata barang-barang yang ada di rumah agar rapi. Lalu di Indonesia sendiri ada komunitas serupa yang dinamakan gerakan Gemar Rapi. Konsepnya hampir sama, membenahi barang-barang, merapikan dan membuang yang tak berguna. Bedanya komunitas Gemar   Rapi   menyesuaikan metode ini sesuai dengan budaya asli Indonesia. Warga Indonesia yang punya latar belakang bekas bangsa jajahan mempunyai kemelekatan terhadap barang-barang yang    begitu kuat. Ibarat orang susah, ketika mendapatkan kesempatan untuk mengumpulkan barang yang meluber di pasaran mereka berlomba-lomba hingga menumpuk di rumah. Apalagi saat ada produk murah dari China mereka dengan mudah memborong barang-barang itu.   Apa dampaknya bila kita mengumpulkan barang-barang terlalu banyak? Sepatu berpuluh pasang, baju di lemari menump...

MENGHADIAHI DIRI, JAGA KESEHATAN

    Menghadiahi orang lain   mungkin sudah sering kita lakukan, tetapi menghadiahi diri sendiri malah jarang . Kapan terakhir kali   menghadiahi diri   sendiri ? Sebagian orang    melakukan me time untuk menghadiahi diri, misal dengan pergi ke salon, ke rumah rumah perawatan   atau mengajaknya refreshing ke tempat yang indah.   Saya sependapat , tubuh perlu kita perhatikan juga seperti halnya kita memperhatikan pekerjaan sehari-hari. Dalam tulisan ini ada cara menghadiahi diri sendiri terkait dengan kesehatan tubuh bukan hanya saat kita baru saja berhasil melakukan tugas-tugas besar tetapi menghadiahi diri setiap saat secara rutin.   Ada tiga hal yang dalam hidup kita sangat penting yaitu kesehatan, keluarga dan pekerjaan. Kesehatan yang sangat kita perlukan untuk mendukung pekerjaan dan menjaga keharmonisan dalam keluarga, kita sangat tahu   itu. Seringkali kita merasa bahwa kita punya peru begitu kita sakit perut. Merasa bahw...

JANGAN JADI TOKSIK

      Sesuai namanya toksik yang berarti racun, orang ini   datang menebar racun bagi orang-orang di sekitarnya. Jika ia   berkata menyakiti teman-temanya, jika ia berargumen suka mematahkan lawan dengan kasar, jika ia diam wajahnya masam tak enak dipandang. Jika ia tak datang   orang-orang merasa aman. Adakah orang seperti itu di lingkungan Anda? Mungkin ada tetapi kadarnya tak separah yang saya tulis di atas. Mungkin   ia hanya kadang-kadang saja menjengkelkan, selebihnya ia teman yang   siap diajak bekerjasama.   Mungkin ia hanya kadang-kafang saja menyakiti   selebihnya ia dalah teman   yang setia. Kalau begitu asumsi kita tentang kata ”toksik” berarti setiap orang punya potensi untuk menjadi toksik.   Kita sepakati dulu dari kacamata yang mana kita memandang si toksik. Toksik atau tidaknya tergantung siapa yang bilang. Tukang tunda pekerjaan akan bilang si rajin dengan toksik karena menganggu kesenagan untuk  ...