Postingan

Nonton kethoprak

Jika aku membaca   Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata, maka  lansung  saja teringat dengan masa-masa kecil dulu. Sebab di tahun 80 –an itu juga aku menikmati masa kanak kanak yang serupa dengan yang dialami penulis yang cerdas itu  di tanah Belitung sana. Bedanya,  penulis fiksi sains yang kukagumi ini menulis dengan latar belakang daerahnya kususnya SD Muhammadiyah dan kehidupan di sekitar tambang timah besrta budaya Melayunya yang begitu unik,  sedangkan   tulisan yang Anda baca ini sekedar kenangan tentang   kepolosan kanak-kanak dalam mencintai budaya Jawa yang dikenal dengan nama kethoprak. Yaitu sandiwara tradisional yang adegan-adegannya diirngi dengan gamelan dan mengambil cerita dari babad   tanah jawi. Baiklah, kita akan mulai kisah ini dari dusun kecil di lereng Merapi… Setiap  minggu sore kami sudah menanti di jalan depan rumah, memandang jauh di ujung jalan yang menghubungkan jalan kampong yang masih ...

Kecil Itu Indah

Ia tersenyum kecil, lalu mengangsurkan sebuah bungkusan kecil padaku . Warnanya merah jambu, berpita putih. Aku menimang benda mungil itu , lalu kukatakan padanya  dengan kehangatan rasa yang memenuhi dada,  “makacih, apa ya  isinya ? “ “Buka saja.” Kubuka perlahan pita putih itu. Setelah beberapa lapis kertas kado kubuka, maka aku mendapatkan cincin mungil bermata  biru,   manis sekali. “ Wow, cantiknya,” seruku. Rika tampak senang , hadiah di hari istimewa ini kuterima dengan  penuh  suka cita. Kuselipkan  cincin itu di jariku , lalu kami tersenyum bersama. Kupu-kupu kecil beterbangan diantara bunga-bunga kecil berwarna warni  . mereka  menari dengan  sayapnya  sesuka hati. Kami berlari lari keil mengejar kupu-kupu itu . Kaki-kaki kecil kami terus berlari, diantara semak dan rimbun tanaman perdu  di taman kecil itu. Setelah agak lama , kami duduk beristirahat di bangku kecil yang terbuat dari bambu yang diikat denga...

Cara Asyik Belajar Sejarah

Gambar
Siswa tidur pada saat pelajaran Sejarah baru dimulai ? Jangan heran, karena memang hanya sedikit anak-anak yang betah berlama-lama belajar sejarah jika cara pengajarannya hanya menggunakan metode ceramah. Apalagi setiap  hari mereka telah  akrab denga film yang memikat karena animasi dan teknik pembuatannya dengan tehnologi yang tinggi. Sedang para guru , hanya bermodalkan bibir saja di depan kelas, sungguh persaingan yang tak sebanding. Perlu kita tahu, bahwa penyebab mengantuk adalah karena pelajaran itu tidak menarik. Dan salah satu cara membuat menarik adalah dengan mengubah wajah sejarah dengan make up yang lebih cantik. Kecantikan inilah yang akan mampu menggerakkan emosi para siswa untuk mendekat, menyentuh dan mengaguminya. Sehingga apa yang tergambar pada sejarah seakan –akan gambaran dirinya sendiri. Bukan kah memang sejarah memang berasal dari intisari kehidupan manusia.Penuturlah yang membuat sejarah seperti terpisah dari  kehidupan yang nyata. Sehingga wa...

Lawan

Sms itu  membakar  mukanya . Keluar dari sarangmu ! Darahnya tiba-tiba bergolak. Sejurus kemudian ia  berlari menyahut kunci  yang tergeletak  di atas meja,  lalu tancap gas menembus hiruk pikuk jalanan. Deras hujan tak ia hiraukan. Air mengguyur apa saja melintas.  Kilat berkelebat diantara mendung yang hitam. Sampai di tikungan seorang bapak  tua mengelus  dadanya sambil mulutnya komat kamit menatap pantat motor yang mengepul . Hampir saja ia terserempet motor anak muda itu. Rega    hanya melihat  sekilas, lalu tersenyum tipis. Dan kembali   memutar gas lebih dalam ,  meninggalkan si bapak yang masih mengumandangkan doa doa keselamatan. Hanya satu tujuannya, lapangan Banteng.  “Gila ! mana anak itu ! “ Ia menyapu setiap sudut tapi tidak ditemukan seorangpun. Sejurus ia menunggu sosok yang mengirimkan sms. Sambil mengira-ira seberapa besar otot lelaki yang kelewat berani itu.ia rogoh saku c...

Harapan Baru

Masih ada satu bukit yang belum ia datangi. Ia pandangi bukit Marwa dan sinar matanya penuh harap  ketika ia melihat ada bayangan air yang tampak  di sana. Bergegas ia mendaki bukit Marwa . Bayangan air itu  membuat langkahnya makin cepat . Sakit karena kulit kaki yang  terkelupas  sehabis berjalan berbulan bulan tak ia rasakan . Hanya air yang menjadi tujuannya. Sampai di atas bukit padangannya meredup. Tak ada air di sana. Hanya bebatuan yang bertonjolan diantara bukit yang panas dalam sengatan matahari. Ia lelah dan sedih , dimana lagi  akan mencari. Teringat Ismail,  ia kembali bergegas menuruni bukit dan menuju tempat ismail berbaring. Ia mendekapnya. Menteskan keringatnya di bibir anak yang masih lemah itu. Perlahan bibir mungil itu begerak, merasakan air yang mungkin bisa menyegarkannya walau hanya beberapa tetes.  A ku tidak boleh putus asa. Barangkali saat ini pada pedagang itu sedang ada di bukit Shafa. Bukankah aku telah meninggalka...

Anggrekku berbunga

Gambar
Di  pagi yang berembun kutemukan anggrek yang mekar segar. Seperti bunga dari langit , pikirku . Ini karena jauh hari, jauh bulan aku tak pernah memperhatikan  anggrek yang tinggal sebatang kara tumbuh di halaman.  Setelah ditinggal sahabat - sahabatnya   kering dan mati , anggrek ini tumbuh sendirian diantara pokok kayu yang kering .   Aku telah lupa kapan terakhir kali menyiramnya. Terbawa  hari-hari yang terus berjalan  aku tak memahami,  bahwa ada sebatang anggrek yang tekun mempersiapkan dirinya. Mengumpulkan kekuatan untuk berbunga di tengah usianya yang renta. Berjuang tak kenal lelah menyemangati daun-daun untuk terus menghidupi batang . Dan malunya, aku telah menganggap ia telah berhenti berproduksi. Prasangka buruk itu  dibalasnya  dengan keindahan sempurna di pagi ini. Kupandangi dengan rasa takjub  yang dalam. Terpekur dalam kemuliaan hati si anggrek yang rela  memberikan bunga walau hidupnya tersia...

Sendiri

Hajar  iklas jika memang perpisahan dari Ibrahim adalah perintah  Allah, karena ia yakin Allah tak pernah keliru membuat skenario hidupnya. Dengan hati yang tenang ia memandang punggung suaminya yang makin lama menghilang .Meninggalkan perih perpisahan yang meluruhkan seluruh air matanya.  Hanya  hamparan gurun  semakin memerah tersengat matahari. Sarah menyapukan  seluruh pandangannya . Tak ada siapa –siapa.  Kini ia  termangu dan tiba- tiba rasa sepi, kosong dan ketakutan membekapnya kuat.  Tak tahu harus mengadu pada siapa, hanya ada Ismail kecil yang masih terlelap dalam gendongannya. Hajar lalu memeriksa bungkusan yang ia bawa. Hanya tinggal sekantung  air dalam wadah.  Ia mengorek-orek lebih dalam  , barangkali masih tersisa roti kering . Ya,   hanya tertinggal satu potong,  karena bekal  yang mereka bawa memang tidaklah banyak. Putri sarah tak mengijinkan mereka bertiga membawa bekal yang lebih da...