Postingan

Lomba Cerpen Anak di Majalah Bobo

Ibu-Ibu Guru dan Bapak-Bapak Guru yang kami hormati! Menyambut Hari Ulang Tahun Ke-40 Majalah Bobo, tanggal 14 April 2013 nanti, Majalah Bobo kembali menyelenggarakan Lomba Mengarang Cerpen oleh Guru. Kami mengundang Ibu dan Bapak Guru sekalian untuk ikut serta dalam lomba ini. Majalah Bobo berharap, karya Ibu dan Bapak Guru bisa memberikan hiburan, sekaligus panduan nilai moral kepada anak dalam kehidupan sehari-hari. Tema cerpen bebas. Boleh tentang apa saja. Yang penting cerita itu indah, menarik, dan sesuai untuk anak. Untuk teman-teman pembaca Bobo, tolong, sampaikan pengumuman ini kepada Ibu dan Bapak Guru di sekolahmu, di sekolah temanmu, atau di sekolah saudaramu. Terima kasih, ya! Syarat Lomba 1. Lomba ini untuk para guru. 2. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar. 3. Naskah harus asli, bukan terjemahan, saduran, atau mengambil ide dari karya lain yang sudah ada. 4. Naskah belum pernah diterbitkan di media massa (cetak maupun elektronik) dan tidak sedang dii...

Apa yang kita tegaskan, itu yang terjadi

 “Kau benar-benar anak yang baik, kau tahu itu, kan?” Itu yang selau dikatakan Kepala sekoah setiap kali dia berpapasan dengan Totto-chan. Dan setiap kali Kepala Sekolah mengatakannya, Totto_chan tersenyum, melompat rendah, lalu berkata,” Ya, aku memang anak yang baik.” Dan ia mempercayai kata-kata itu. Meskipun waktu itu mungkin ia belum memahami arti sebenarnya kata-kata Kepala sekolah , yang pasti Mr. Kobayashi telah menanamkan dalam-dalam rasa percaya diri dan keyakinannya bahwa ia ‘anak yang baik.’ Mr.Kobayashi terus mengulang –ulang kalimat itu , setiap kali, selama ia bersekoah di Toemoe. Mungkin kata-kata penting itulah yang telah menetukan arah seluruh hidupnya kemudian,”Totto-chan, kau benar-benar anak yang baik, kau tahu itu, kan?” (Totto-chan, hal 187, 189) Seperti yang digambarkan dengan apik dalam buku Totto –chan di atas, yang menceritakan seorang gadis kecil yang walau dianggap nakal oleh sekolahnya yang lama, toh ia bisa diterima di sekolah barunya yang dikelola ol...

Nonton kethoprak

Jika aku membaca   Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata, maka  lansung  saja teringat dengan masa-masa kecil dulu. Sebab di tahun 80 –an itu juga aku menikmati masa kanak kanak yang serupa dengan yang dialami penulis yang cerdas itu  di tanah Belitung sana. Bedanya,  penulis fiksi sains yang kukagumi ini menulis dengan latar belakang daerahnya kususnya SD Muhammadiyah dan kehidupan di sekitar tambang timah besrta budaya Melayunya yang begitu unik,  sedangkan   tulisan yang Anda baca ini sekedar kenangan tentang   kepolosan kanak-kanak dalam mencintai budaya Jawa yang dikenal dengan nama kethoprak. Yaitu sandiwara tradisional yang adegan-adegannya diirngi dengan gamelan dan mengambil cerita dari babad   tanah jawi. Baiklah, kita akan mulai kisah ini dari dusun kecil di lereng Merapi… Setiap  minggu sore kami sudah menanti di jalan depan rumah, memandang jauh di ujung jalan yang menghubungkan jalan kampong yang masih ...

Kecil Itu Indah

Ia tersenyum kecil, lalu mengangsurkan sebuah bungkusan kecil padaku . Warnanya merah jambu, berpita putih. Aku menimang benda mungil itu , lalu kukatakan padanya  dengan kehangatan rasa yang memenuhi dada,  “makacih, apa ya  isinya ? “ “Buka saja.” Kubuka perlahan pita putih itu. Setelah beberapa lapis kertas kado kubuka, maka aku mendapatkan cincin mungil bermata  biru,   manis sekali. “ Wow, cantiknya,” seruku. Rika tampak senang , hadiah di hari istimewa ini kuterima dengan  penuh  suka cita. Kuselipkan  cincin itu di jariku , lalu kami tersenyum bersama. Kupu-kupu kecil beterbangan diantara bunga-bunga kecil berwarna warni  . mereka  menari dengan  sayapnya  sesuka hati. Kami berlari lari keil mengejar kupu-kupu itu . Kaki-kaki kecil kami terus berlari, diantara semak dan rimbun tanaman perdu  di taman kecil itu. Setelah agak lama , kami duduk beristirahat di bangku kecil yang terbuat dari bambu yang diikat denga...

Cara Asyik Belajar Sejarah

Gambar
Siswa tidur pada saat pelajaran Sejarah baru dimulai ? Jangan heran, karena memang hanya sedikit anak-anak yang betah berlama-lama belajar sejarah jika cara pengajarannya hanya menggunakan metode ceramah. Apalagi setiap  hari mereka telah  akrab denga film yang memikat karena animasi dan teknik pembuatannya dengan tehnologi yang tinggi. Sedang para guru , hanya bermodalkan bibir saja di depan kelas, sungguh persaingan yang tak sebanding. Perlu kita tahu, bahwa penyebab mengantuk adalah karena pelajaran itu tidak menarik. Dan salah satu cara membuat menarik adalah dengan mengubah wajah sejarah dengan make up yang lebih cantik. Kecantikan inilah yang akan mampu menggerakkan emosi para siswa untuk mendekat, menyentuh dan mengaguminya. Sehingga apa yang tergambar pada sejarah seakan –akan gambaran dirinya sendiri. Bukan kah memang sejarah memang berasal dari intisari kehidupan manusia.Penuturlah yang membuat sejarah seperti terpisah dari  kehidupan yang nyata. Sehingga wa...

Lawan

Sms itu  membakar  mukanya . Keluar dari sarangmu ! Darahnya tiba-tiba bergolak. Sejurus kemudian ia  berlari menyahut kunci  yang tergeletak  di atas meja,  lalu tancap gas menembus hiruk pikuk jalanan. Deras hujan tak ia hiraukan. Air mengguyur apa saja melintas.  Kilat berkelebat diantara mendung yang hitam. Sampai di tikungan seorang bapak  tua mengelus  dadanya sambil mulutnya komat kamit menatap pantat motor yang mengepul . Hampir saja ia terserempet motor anak muda itu. Rega    hanya melihat  sekilas, lalu tersenyum tipis. Dan kembali   memutar gas lebih dalam ,  meninggalkan si bapak yang masih mengumandangkan doa doa keselamatan. Hanya satu tujuannya, lapangan Banteng.  “Gila ! mana anak itu ! “ Ia menyapu setiap sudut tapi tidak ditemukan seorangpun. Sejurus ia menunggu sosok yang mengirimkan sms. Sambil mengira-ira seberapa besar otot lelaki yang kelewat berani itu.ia rogoh saku c...

Harapan Baru

Masih ada satu bukit yang belum ia datangi. Ia pandangi bukit Marwa dan sinar matanya penuh harap  ketika ia melihat ada bayangan air yang tampak  di sana. Bergegas ia mendaki bukit Marwa . Bayangan air itu  membuat langkahnya makin cepat . Sakit karena kulit kaki yang  terkelupas  sehabis berjalan berbulan bulan tak ia rasakan . Hanya air yang menjadi tujuannya. Sampai di atas bukit padangannya meredup. Tak ada air di sana. Hanya bebatuan yang bertonjolan diantara bukit yang panas dalam sengatan matahari. Ia lelah dan sedih , dimana lagi  akan mencari. Teringat Ismail,  ia kembali bergegas menuruni bukit dan menuju tempat ismail berbaring. Ia mendekapnya. Menteskan keringatnya di bibir anak yang masih lemah itu. Perlahan bibir mungil itu begerak, merasakan air yang mungkin bisa menyegarkannya walau hanya beberapa tetes.  A ku tidak boleh putus asa. Barangkali saat ini pada pedagang itu sedang ada di bukit Shafa. Bukankah aku telah meninggalka...